Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Direktorat
Asia Timur dan Pasifik (Astimpas), Kementerian Luar Negeri dalam rangka
mendukung pelaksanaan diplomasi ekonomi telah menyelenggarakan Bilateral Technical
Meeting Indonesia-Jepang di Makassar. Kegiatan Bilateral Technical Meeting
Indonesia-Jepang khususnya membahas tindak lanjut kesepakatan Presiden RI
dengan PM Jepang untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi melalui
pengoptimalan kerangka Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).
“Jepang
merupakan investor asing terbesar ke-2 Indonesia dengan nilai USD 2,7 milyar.
Namun, investasi Jepang mayoritas berada pada sektor otomotif dan didominasi di
Pulau Jawa, terutama Jabodetabek. Untuk itulah, perlu dilakukan general review
terhadap IJEPA guna menyusun strategi dalam mendorong investasi Jepang beyond
Java and beyond automotive. Kemlu siap mendukung daerah melakukan diplomasi
ekonomi dan mengundang daerah untuk memanfaatkan 132 Perwakilan RI untuk
mengeksplorasi potensi-potensi daerah”, demikian disampaikan Duta Besar Nur
Syahrir Rahardjo dalam sambutannya.
Kegiatan
Bilateral Technical Meeting Indonesia-Jepang dibagi ke dalam dua sesi. Sesi
pertama menjadi wadah bertukar pandangan antara Kementerian Luar Negeri dengan
Kementerian/Lembaga serta stakeholders terkait terhadap upaya fasilitasi
peningkatan ekspor Indonesia ke Jepang, khususnya di bidang pertanian dan
perikanan serta peningkatan investasi Jepang di Indonesia.
Sebagai
narasumber pada sesi ini adalah Plt. Kepala BKPMD Sulawesi Selatan, Bapak Irman
Yasin Limpo, DR. Hermanto, Peneliti Senior Kementerian Pertanian, dan Sekjen
Asosiasi Tuna Longline Indonesia, Bapak Dwi Agus Siswa Putra. Berbagai masukan
mengenai fokus dalam general review IJEPA, struktur eskpor produk pertanian dan
perikanan Indonesia ke Jepang beserta permasalahan yang dihadapi dibahas oleh
tiga narasumber pada sesi pertama ini.
Pada
sesi kedua, kegiatan difokuskan pada diskusi mengenai proyek-proyek yang dapat
ditawarkan kepada investor Jepang. Masing-masing perwakilan dari Kawasan
Industri Makassar (KIMA), BKPMD Sulawesi Selatan dan Dinas Perhubungan Sulawesi
Selatan menyampaikan berbagai program yang akan dikembangkan, diantaranya
pembangunan kawasan industri baru, Kereta Api Trans-Sulawesi dan commuter line
Makassar. Pihak Jepang yang diwakili oleh Konsul Jepang di Makassar serta
perwakilan dari JICA mengapresiasi berbagai program dan inisiatif yang
ditawarkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Peserta kegiatan juga berkesempatan melakukan
kunjungan lapangan ke PT. Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan PT. Pelindo IV
Makassar guna meninjau secara langsung berbagai proyek investasi yang dapat
dimasuki oleh investor asal Jepang
Sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar