MELEMAHNYA NILAI TUKAR RUPIAH
Faktor penyebab melemahnya Rupiah:
Penentuan nilai mata uang suatu negara dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor domestik. Berikut kami rangkum beberapa penyebab melemahnya nilai rupiah saat ini.
Perbaikan Ekonomi AS (Eksternal)
Pada tahun 2008, The Fed, Amerika Serikat menerapkan kebijakan Quantitative Easing (QE) yaitu menyuntikan dana ke seluruh dunia dengan cara pembelian obligasi jangka panjang dikarenakan terjadinya krisis ekonomi dari pasar finansial. Sejak ekonomi negeri paman Sam membaik, The Fed memberhentikan stimulus (tapering off) pada awal 2014. Lebih dari itu, tersebar pula rencana bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada tahun 2015. Akibatnya, dana segar dari negara yang semula disimpan di luar Amerika Serikat kembali lagi ke asalnya karena kebijakan pemotongan dana stimulus dan rencana kenaikan suku bunga The Fed. Tak ayal, negara-negara berkembang seperti Indonesia yang mendapat dana investasi dari Amerika Serikat harus kehilangan dana tersebut karena penarikan modal oleh investor secara besar-besara. Oleh karenanya, jumlah dolar di Indonesia semakin menipis yang menyebabkan rupiah terus terkoreksi dari nilai fundamentalnya.
Capital Flight
Dikeluarkannya kebijakan tapering off oleh The Fed yang menghentikan stimulus dana untuk negara berkembang membuat modal yang ada di Indonesia akhirnya ditarik kembali ke Amerika Serikat atau disebut dengan capital flight. Dampaknya, arus modal yang keluar tinggi menyebabkan permintaan modal di pasar uang meningkat. Pemerintah Jokowi melakukan hal tersebut dengan cara mendapatkan tambahan dana untuk pembangunan di pasar uang. Tak ayal, utang luar negeri Indonesia naik dari 129.736 juta USD pada Desember 2014 ke angka 135.724 juta USD di Januari 2015.
Grafik 1. Capital Flight yang menyebabkan rupiah terdepresiasi
Rupiahmelemahkurva
Naiknya utang pemerintah karena kekurangan dana untuk investasi menyebabkan tingkat suku bunga riil pun naik. Pada bulan Januari 2015, tingkat suku bunga Bank Indonesia naik dari 7,50% ke 7,75%. Keluarnya arus kas modal yang begitu deras menyebabkan terdepresiasinya nilai riil mata uang rupiah dan menambah jumlah uang rupiah yang beredar. Oleh sebab itu, rupiah akan terus terkoreksi ketika terjadi capital flight.
Devaluasi Yuan oleh Pemerintah Tiongkok (Eksternal)
Keputusan pemerintah Tiongkok untuk mendevaluasi atau menurunkan nilai mata uang regionalnya sebesar 3% pada bulan ini berdampak pada nilai mata uang negara lain di dunia. Salah satu yang terkena imbasnya adalah rupiah yang terkoreksi turun sekitar 1,4%. Negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika juga mengalami hal yang sama. Turki mengalami pelemahan paling tinggi, yaitu sekitar 3,9% sementara Singapura hanya melemah sebesar 0,2% saja. Devaluasi ini bukan tanpa sebab, melainkan karena maksud pemerintah Tiongkok untuk memacu pertumbuhan ekonomi domestik yang melamban. Demi peningkatan ekspor, pemerintah Tiongkok menurunkan nilai mata uangnya agar dapat bersaing di pasar global. Namun, hal itu malah memicu terjadinya currency war atau perang kurs antar negara. Rupiah pun kian terpuruk karena kebijakan devaluasi yuan oleh negeri tirai bambu tersebut.
pelemahanrupiah
Kondisi Neraca Perdagangan Indonesia (Internal)
Neraca perdagangan Indonesia juga memberikan pengaruh terhadap nilai tukar mata uang rupiah. Kegiatan ekspor dan impor berperan dalam penentuan nilai mata uang. Seperti diketahui, neraca perdagangan Indonesia sedang mengalami surplus. Saat ini, kegiatan ekspor sebesar 11.408 juta USD lebih tinggi dari impor yang turun ke angka 10.076 juta USD. Walaupun kondisi neraca perdagangan Indonesia sedang surplus, hal ini terjadi karena penurunan ekspor yang lebih rendah dari penurunan impor. Penurunan ekspor ini menjadi salah satu faktor rupiah terdepresiasi.
Melemahnya nilai tukar rupiah
Nilai tukar atau dikenal pula sebagai kurs dalam keuangan adalah sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap pembayaran barang atau jasa pada saat kini atau di kemudian hari. Nilai tukar merupakan salah satu indicator kondisi perekonomian suatu negara. Ketidakstabilan nilai tukar dalam beberapa waktu lalu cenderung memperlihatkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah , hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain :
Neraca perdagangan tahun ini defisit karena lebih besar impor daripada ekspor.
Neraca transaksi berjalan juga mengalami defisit karena pembayaran-pembayaran utang luar negeri yang banyak jatuh tempo.
Cadangan devisa yang menurun , Saat ini, cadangan devisa Indonesia per Agustus 2013 tercatat sekitar 97 miliar dollar AS, jumlahnya terus menurun dari nilai sebelumnya di awal tahun USD 106 Milyar .
Beberapa kebijakan ekonomi pemerintah tidak cukup efektif dalam mengatasi masalah ini .
Para petinggi negeri yang bertanggung jawab atas ekonomi sibuk dengan urusannya masing-masing (politik).
Budiono sibuk menghadapi skandal Bank Century, Hatta Rajasa sibuk politik, Gita Wirjawan sibuk konvensi Partai Demokrat. Hal ini menyebabkan kondisi perekonomian Pada 2014 semakin auto pilot.
Meningkatnya kebutuhan dollar karena adanya pembayaran barang2 impor serta pembayaran utang yang jatuh tempo pada akhir bulan dari perusahaan-perusahaan di Indonesia
Kesimpulannya Indonesia diambang kesulitan ekonomi yang serius.
Dari penurunan nilai tukar rupiah sendiri, akan berpengaruh dengan ekonomi makro di indonesia. Secara garis besar, ada tiga hal yang mempengaruhi yaitu :
Merosotnya nilai tukar rupiah merefleksikan menurunnya permintaan masyarakat terhadap mata uang rupiah dan meningkatnya permintaan mata uang asing sebagai alat pembayaran internasional. Dampak yang akan terjadi adalah meningkatnya biaya impor bahan bahan baku bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Meningkatnya tingkat suku bunga, hal ini akan berdampak pada perubahan investasi di Indonesia.
Terjadinya Inflasi berkepanjangan akibat komsumsi masyarakat yang meningkat dan likuiditas berlebih di pasar.
Meningkatnya harga komoditi impor , karena sebagian besar harganya ditentukan dengan dollar.
Hal ini mencerminkan kondisi pertumbuhan perekonomian Indonesia untuk saat ini sedang terhambat meskipun masih bisa diatasi dengan berbagai kebijakan dari pemerintah maupun Bank Indonesia. Beberapa kebijakan yang sudah diambil pemerintah dalam hal ini antara lain adalah :
Memperbaiki deficit neraca perdagangan dengan mendorong tingkat ekspor dan memberikan keringanan pajak pada industry tertentu.
Menjaga pertumbuhan ekonomi dengan memastikan deficit APBN tetap sebesar 2,38% dan menjaga agar pembiayaan aman.
Menjaga daya beli masyarakat, dengan mengubah tata niaga daging sapi dan holtikultura.
Mempercepat investasi dengan mengoptimalkan system layanan terpadu satu pintu untuk perizinan investasi.
Semua kebijakan pemerintah diatas cenderung memberikan efek dalam jangka panjang. Namun , pemerintah tidak sendirian , kebijakan bank sentral juga turut membantu dalam menstabilkan kembali nilai tukar rupiah yakni mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI rate di level 7,5 persen dan memutuskan suku bunga lending facility tetap berada di level 7,5 persen , begitu pula dengan suku bunga deposit facility yang bertahan di posisi 5,75 persen. Hal ini mengarahkan inflasi mencapai 4,5 persen plus-minus 1 persen. Hal ini diharapkan bisa menjaga dan menguatkan kembali nilai tukar rupiah ke bawah level Rp 12.000 per dolar AS jika didukung oleh menurunnya permintaan dolar AS.
Menurut saya , isu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar haruslah disikapi dengan tenang oleh baik pemerintah maupun bank sentral. Meskipun berpengaruh pada stabilitas perekonomian dan mempengaruhi daya beli masyarakat , hal ini dapat diatasi jika pemerintah dan bank sentral mau mengeluarkan kebijakan yang saling mendukung satu sama lainnya , tidak berjalan sendiri sendiri, apalagi kebijakan saat ini yang telah diambil bank sentral sudah sangat efektif , tinggal pemerintah saja yang mendukung dengan menjaga permintaan dollar AS tetap dalam batas aman.
Sumber : https://manajemenkelasj.wordpress.com/category/nilai-tukar-rupiah/
http://bemfebui.com/official/rupiah-melemah-apa-pantas-khawatir/
http://m.jpnn.com/news.php?id=276029
Tidak ada komentar:
Posting Komentar